Kuala Lumpur (ARSIP DUNIA) –


Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) di Malaysia memberikan bantuan sebanyak RM46.000 (Rp156 juta) untuk pendirian dan operasional sanggar bimbingan anak-anak pekerja migran Indonesia yang berada di wilayah Semenanjung Malaysia.

Penyerahan bantuan yang diberikan disela-sela Rapat Koordinasi AOMI Malaysia di aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur, Sabtu, tersebut diserahkan oleh Presidium AOMI, Hardjito Warno, kepada Atase Dikbud KBRI Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Makruf.

Mokhammad Farid Makruf pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Pada kesempatan tersebut dia juga memberikan informasi tentang perkembangan sanggar bimbingan di Semenanjung Malaysia dan pentingnya pendidikan bagi semua anak-anak pekerja migran di Malaysia.

Dubes RI di Kuala Lumpur, Hermono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerja sama kedutaan dan AOMI selama satu tahun terakhir dalam program rekalibrasi pulang, bantuan logistik selama Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) dan bantuan kemanusiaan lainnya.

“Perjalanan AOMI selama satu tahun sudah baik, catatan sebagai koreksi untuk lebih baik lagi. Masih banyak WNI yang membutuhkan bantuan tidak mungkin hanya dilakukan oleh KBRI karena membutuhkan bantuan dan kerjasama ormas dan AOMI,” katanya.

Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) di Malaysia memberikan bantuan sebanyak RM46.000 (Rp156 juta) untuk pendirian dan operasional sanggar bimbingan anak-anak pekerja migran Indonesia yang berada di wilayah Semenanjung Malaysia. ARSIP DUNIA Foto/Ho-Tengku Adnan (1)

Hermono pada kesempatan tersebut menyampaikan dua program yakni mengajak AOMI dan Ormas untuk bersama memberi perhatian pada akses pendidikan anak dengan pemberian identitas dan akses pendidikan. Kedua agar memberikan perhatian bagi pekerja migran yang membutuhkan bantuan dan perlindungan.

Rapat Koordinasi AOMI Malaysia diikuti sebanyak 54 Ormas Indonesia yang ada di Kuala Lumpur.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pengukuhan presidium baru yang menggantikan presidium sebelumnya yang berhalangan tetap, penyusunan struktur kepengurusan AOMI dan pendampingan pemulangan bagi PMI yang sangat rentan akan tetap diteruskan.

Dua presidium baru yang dikukuhkan adalah Delil Khairat (MES) dan Agus Dwi Purwanto (KNPI) sedangkan presidium sebelumnya adalah Hardjito (Muslim KL), Lukman Hakim (Garansi), Sulton Kamal (PCIM Malaysia), Faisal Anas (Ikebsak), Himam (IKABA) dan Khoirul Jatim (IKMA).

Turut hadir dalam Rapat Koordinasi AOMI Wakil Dubes KBRI Kuala Lumpur, Rossy Verona Koordinator Fungsi Pensosbud, Yoshi Iskandar, penasehat AOMI, Assoc Prof Sonny Zulhuda (Ketua PCIM Malaysia) dan Ustadz Arifin Ismail.

Baca juga: Gempa di Pasaman Barat dirasakan di Semenanjung Malaysia

Baca juga: KBRI Kuala Lumpur memulangkan WNI kelompok rentan via Stulang Laut

Baca juga: Dubes RI ancam pidanakan majikan yang tak bayar gaji PRT 7,5 tahun

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ARSIP DUNIA 2022

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.