BPBD bentuk 10 desa tangguh bencana di Kabupaten Kupang



Kupang (ARSIP DUNIA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur membentuk 10 desa/kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Kupang pada 2022 guna mempersiapkan masyarakat di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu dalam menghadapi bencana alam.

“Pembentukan 10 desa/kelurahan tangguh bencana alam di Kabupaten Kupang itu dilakukan pada 2022,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Ambrosius Kodo di Kupang, Jumat, (4/3).

Ia mengatakan pembentukan 10 desa/kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Kupang tahap pertama dilakukan untuk lima desa/kelurahan.

Menurut dia kelima desa/kelurahan itu antara lain yaitu Desa Merbaun,Kecamatan Amarasi Barat, Desa Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat dan Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat.

Sementara untuk lima desa/kelurahan lainnya masih dalam proses pembentukan yang dilakukan pada pertengahan tahun 2022.

Menurut dia desa tangguh bencana jangan hanya sekedar papan nama tetapi selalu dalam kondisi siap siaga menghadapi bencana serta mampu segera bangkit serta pulih dari dampak bencana secara mandiri.

“Desa tangguh bencana harus siap siaga dan mampu bangkit dari bencana itu secara mandiri termasuk membantu diri sendiri saat awal apabila terjadi bencana alam sebelum bantuan datang,” ungkapnya.

Ia menyatakan BPBD NTT telah berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan aparat bersama masyarakat di Kabupaten Kupang untuk melakukan sosialisasi terkait desa/kelurahan tangguh bencana.

Baca juga: BPBD minta nelayan Kota Kupang waspadai potensi gelombang tinggi

“Hari ini BPBD Provinsi NTT bersama Pemerintah Desa Tablolong dan segenap tokoh desa bersepakat membentuk Desa Tablolong menjadi desa tangguh bencana,” katanya.

Dia mengatakan, Desa Tablolong masuk dalam kategori area rawan tsunami sebagaimana kajian resiko bencana.

Baca juga: BPBD Kota Kupang pasang jalur evakuasi di daerah rawan tsunami

Selain memiliki obyek wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan lokal juga sangat rawan dengan angin kencang dan angin puting beliung sehingga itu mutlak menjadi desa tangguh bencana, demikian  Ambrosius Kodo .

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *