Jakarta (ARSIP DUNIA) – Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard menilai bahwa Indonesia sudah tepat mengangkat isu transformasi digital sebagai salah satu prioritas dalam presidensinya di kelompok 20 negara ekonomi besar dunia (G20).

“Transformasi digital juga menjadi salah satu prioritas diplomasi Prancis. Manfaat transformasi digital terlihat jelas dari segi pekerjaan, pendidikan, ketahanan, dan kita melihat itu selama pandemi ini,” kata Dubes Olivier Chambard dalam wawancara khusus dengan ARSIP DUNIA pada Jumat (11/2).

Menurut Chambard, transformasi digital sangat mendasar karena merupakan cara untuk melanjutkan kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan, khususnya di tengah keterbatasan pergerakan manusia, seperti halnya yang terjadi pada saat pandemi.

Namun, dia juga mengatakan bahwa tantangan dari transformasi digital juga cukup besar.

“Anda harus menyesuaikan sebagian tenaga kerja Anda dengan transformasi digital, dan itu tidak mudah. Anda harus menjembatani kapasitas beberapa orang untuk dapat melatih mereka, itu juga merupakan tantangan. Dan yang tak kalah pentingnya, Anda memiliki tantangan keamanan … digital ekonomi dan transformasi digital sangat penting tetapi pada saat yang sama sangat berisiko,” ujarnya.

Untuk menangani dan mencegah masalah keamanan yang dapat ditimbulkan oleh transformasi digital itu, kata dia, diperlukan nilai-nilai dan peraturan yang jelas untuk ranah digital.

“Kita tidak boleh mengalami kekacauan, khususnya di mana (transformasi digital) justru akan mengakibatkan yang lemah menjadi korban digitalisasi. Jadi kita harus memiliki nilai dan aturan yang jelas tentang digital,” ucap Dubes Chambard.

Untuk itu, menurut dia, negara-negara anggota G20 mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memastikan keamanan dalam pemanfaatan dari digitalisasi.

“Karena ini adalah bagian mendasar dari kehidupan kita sekarang, ekonomi digital dan cara hidup digital, kita harus menetapkan beberapa nilai dan beberapa batasan untuk hal keamanan … bukan untuk menahan kebebasan yang diberikan (digitalisasi), tetapi untuk menghindari risiko keamanan, dan kita melihat setiap hari bahwa risiko itu nyata,” kata dia.

Baca juga: Dubes Prancis: Pembelian Rafale bukan sekadar kerja sama komersial

Baca juga: Pertahanan, fokus kerja sama Indonesia-Prancis

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ARSIP DUNIA 2022

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.