Forum Engineering siap kawal 16 bidang pembangunan IKN Nusantara



Sepaku, Kaltim (ARSIP DUNIA) –

Forum Socio Engineering Nusantara (FSEN) menyatakan siap mengawal 16 bidang dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang telah ditetapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

 


“Di dalam FSEN terdapat 16 bidang yang ditekuni, sehingga masing-masing bidang ini siap mengawal pembangunan IKN Nusantara yang telah diputuskan di bumi Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Ketua FSEN Heru Cahyono di Sepaku, Kaltim, Jumat.

 

Ke-16 bidang pembangunan IKN Nusantara yang siap dikawal pihaknya itu adalah bidang Hukum dan Advokasi, Geologi dan Iklim, Permukiman dan Kawasan, Lingkungan dan Kehutanan, Struktur Bangunan Besar, Perencanaan Transportasi.

 

Kemudian bidang Litbang dan Pengorganisasian, Mitigasi dan Pertanahan, Arsitektur dan Perencanaan Kota, Forensik, Bendungan dan Irigasi, Banjir dan Bencana Alam, Sosial dan Budaya, Perencanaan Tata Ruang, Prasarana Air Bersih, serta bidang Perencanaan Strategis dan SDM. 

 

Menurutnya, dalam FSEN berhimpun intelektual muda  yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang  minimal bergelar master, bahkan beberapa di antaranya bergelar doktor, sehingga mereka merupakan aset sumberdaya manusia Kaltim yang potensial. 

 

“Mereka merasa bertanggung jawab dan terpanggil untuk terlibat dalam pembangunan seiring ditetapkannya Kaltim sebagai IKN Nusantara. Keinginan kami adalah ingin menyukseskan perpindahan IKN,” katanya.

 

Ia mengatakan, ada sekitar 20 orang sebagai pendiri FSEN. Forum ini bersifat inklusif (terbuka), kolaboratif, dan akan terus merekrut dan bekerjasama dengan berbagai pihak baik perguruan tinggi, pemerintah, hingga ahli sosial budaya di Kaltim. 

 

Pendirian FSEN berawal dari gagasan sekelompok akademisi, praktisi teknik, dan praktisi sosial budaya di Kaltim yang siap mendukung serta terlibat dalam proses pembangunan IKN Nusantara.

 

Keterlibatan dalam pembangunan IKN bukan hanya dari sisi fisik, tapi juga mulai dari proses rancangan, perencanaan, hingga saran kepada pemerintah pusat melalui Bappenas dan Badan Otorita IKN.

 

“Khususnya dalam rekayasa dan embrio mitigasi forensik struktur perkotaan hingga sosial budaya melalui kajian, penelitian, pelatihan, mediasi, advokasi, dan diskusi dalam bidang teknik rekayasa bangunan tata ruang struktur dan pembangunan IKN baru,” kata Heru.

 

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *