Kaltara alami deflasi sebesar 0,01 persen



Tarakan (ARSIP DUNIA) – Provinsi Kalimantan Utara pada Februari 2022 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen (mtm), dimana dua kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen yaitu Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar 0,01 persen (mtm), sedangkan Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,01 persen (mtm).

“Tingkat inflasi Provinsi Kalimantan Utara tersebut lebih rendah dari periode sebelumnya yang tercatat pada bulan Januari 2021 sebesar 0,47 persen (mtm) yang terjadi seiring siklus normalisasi pasca HBKN Nataru 2021/2022,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Tedy Arief Budiman di Tarakan, Rabu.

Di sisi lain, hal ini juga didukung oleh menurunnya mobilitas masyarakat yang tercermin dari Google Mobility Report pasca peningkatan kasus harian COVID-19 di Kaltara.

Hal ini diyakini menahan laju pergerakan dan konsumsi masyarakat,” kata Tedy.

Selain itu, surplus produksi nasional pada beberapa komoditas, seperti telur ayam menjadi salah satu penyebab deflasi Kaltara pada bulan ini.

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, deflasi pada periode Februari 2022 terutama disebabkan oleh komoditas angkutan udara, ikan bandeng, dan telur ayam ras.

“Deflasi pada komoditas angkutan udara yang andilnya sebesar -0,07 persen,” katanya.

Disebabkan oleh penurunan demand masyarakat terhadap angkutan penerbangan dari dan menuju Kaltara seiring dengan meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 secara nasional yang menahan keinginan masyarakat Kaltara untuk melakukan perjalanan.

Selanjutnya, pada komoditas ikan bandeng/bolu yang andilnya -0,06 persen dan telur ayam ras andilnya sebesar -0,06 persen.

Kedua komoditas ini mengalami deflasi disebabkan oleh penurunan demand masyarakat di tengah produksi yang mengalami surplus secara nasional.

Meski tercatat deflasi secara bulanan, secara tahunan Provinsi Kaltara masih mengalami inflasi sebesar 2,06 persen (yoy) atau 0,54 persen (ytd). Inflasi tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 3,0 ± 1 persen (yoy).

Penurunan tekanan inflasi pada bulan Februari 2022 terutama disebabkan oleh kelompok transportasi.

Kondisi ini sejalan dengan penurunan mobilitas masyarakat Kaltara yang tercermin dari indeks Google Mobility Report (GMR).

Kondisi tersebut diyakini mendorong penurunan tarif angkutan, khususnya angkutan udara yang dipicu oleh penurunan demand masyarakat terhadap komoditas tersebut.

Kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,50 persen (mtm). Namun demikian, secara tahunan kelompok transportasi masih tercatat inflasi sebesar 13,83 persen PL (yoy).

Sejalan dengan kelompok transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami deflasi di tengah menurunnya demand masyarakat pada Februari 2022.

Komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan dari kelompok makanan, minuman dan tembakau antara lain ikan bandeng sebesar -0,06 persen, telur ayam ras sebesar -0,06 persen, cabai merah sebesar -0,03 persen, air kemasan sebesar -0,03 persen dan minyak goreng sebesar -0,03 persen.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan terbesar yaitu tomat sebesar 0,03 persen, daging ayam ras sebesar 0,03 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen dan udang basah sebesar 0,02 persen.

Baca juga: BI dorong UMKM di Kaltara melalui peningkatan digitalisasi

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *