Kejati Kalteng sosialisasikan pengetahuan hukum terkait narkoba kepada pelajar



Palangka Raya (ARSIP DUNIA) – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kajati Kalteng) mensosialisasikan pengetahuan hukum dari penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar yang berada di provinsi.

Kasi Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara di Kejati Kalteng Januar Hapriansyah saat dihubungi di Palangka Raya, Jumat, mengatakan sosialisasi yang dilakukan pihaknya tersebut terkait pengetahuan hukum dari bahaya penyalahgunaan narkoba itu baik melalui radio maupun media daring yang berada di daerah setempat.

“Kami mengenalkan hukum kepada pelajar untuk menjauhi hukuman, sehingga mereka yang tidak tercebur dengan yang namanya narkoba karena hukumannya cukup tinggi apabila tersandung kasus tersebut,” katanya.

Dia menuturkan, untuk hukuman ancaman penjara dari Pasal 114 ayat 2 maksimal hukuman seumur hidup dan mati. Kemudian untuk pasal 112 ayat 1 minimal ancaman hukuman penjaranya empat tahun, sedangkan ayat 2 nya itu maksimal enam tahun.

Maka dari itu sebaiknya para pelajar di provinsi yang memiliki luas dua kali dari pulau Jawa itu, seperti mereka yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) jangan sampai terlibat dalam persoalan narkoba.

“Karena hukumannya sangat berat apabila sudah tercebur dalam persoalan narkoba ini,” ucapnya.

Januar Hapriansyah menegaskan, banyak para pelajar di Kalteng yang belum mengetahui hukuman seseorang yang tersandung kasus narkoba berapa lama harus mendekam di penjara, buktinya ada beberapa oknum pelajar dari tingkat SMP dan SMA di daerah setempat yang terlibat langsung dalam penyalahgunaan narkoba.

“Maka dari itu saya mengimbau para pelajar jangan pernah coba-coba menyalahgunakan narkoba, selain hukumannya berat juga menghancurkan cita-cita serta masa depannya sendiri,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri perbincangannya, Januar Hapriansyah menegaskan untuk hal tersebut tidak menimpa anak-anaknya para orang tua disarankan mewaspadai pergaulan anaknya.

Jangan sampai pergaulan anak tidak dipantau, namun ketika bermasalah nantinya malah menjadi malapetaka bagi keluarga.

“Saya meminta para orang tua selalu memonitor pergaulan anaknya, jangan sampai pergaulan anak tidak dipantau dan bebas bergaul sehingga bisa menjerumuskan si anak ke hal-hal negatif kedepannya,” tutupnya.

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *