Mahasiswa empat PT di Sumbar petakan kerusakan gempa Pasaman



Padang (ARSIP DUNIA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng mahasiswa dari empat Perguruan Tinggi (PT) di Sumatera Barat (Sumbar) untuk melakukan penilaian dan pemetaan rumah yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat.

Ketua Rehabilitasi dan Rekonstruksi Universitas Andalas (Unand) Padang, Febrin Anas Ismail di Padang, Kamis, menyebutkan empat perguruan tinggi yang terlibat dalam proses assessment lanjutan ini yaitu Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bung Hatta (UBH), dan Institut Teknologi Padang (ITP) selama sepuluh hari ke depan.

Ia menyebutkan ada 106 mahasiswa beserta koordinator nantinya akan melakukan pendataan dan menginput data secara online di lapangan sehingga data realtime yang masuk di inaRISK selalu terupdate.

Menurutnya data yang ada sekarang selalu berubah sehingga masyarakat juga bingung apakah rumahnya bisa direhab atau dibangun kembali.

Selain itu, Febrin juga menyampaikan ada inovasi baru untuk memperbaiki rumah yang retak akibat bencana gempa ini yakni dengan menggunakan teknologi ferrocement layer atau kawat anyam yang dilapisi semen.

“Jika rumah masih berdiri kokoh dan hanya menimbulkan keretakan pasca gempa, maka rumah tersebut dapat diperbaiki dan dapat diperkokoh dengan kawat anyam ke dinding atau sudut dinding,” katanya

Selain melakukan proses assessment mahasiswa juga menyosialisasikan proses perbaikan rumah masyarakat.

Sementara Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri mengemukakan sebelumnya pihaknya telah mengirimkan tiga tim ke lokasi terdampak bencana gempa bumi di Pasaman dan sekitarnya.

Tiga tim ini terdiri atas tim dokter dari rumah sakit Universitas Andalas, Pusat Tanggap Bencana dari Fakultas Keperawatan dan Kesmas, serta Pusat Studi Bencana.

Pusat Studi Bencana telah melakukan quick assessment dan pemetaan awal pasca gempa, namun perlunya assessment lanjutan bekerja sama dengan BNPB melibatkan mahasiswa teknik sipil di empat perguruan tinggi yang ada di Sumbar.

Rektor menekankan kepada seluruh mahasiswa mari bergandengan tangan membantu masyarakat dan pemerintah, jaga kondisi kesehatan dan komunikasi serta kerjakan dengan sepenuh hati dan tuntas.

“Dalam setiap interaksi, tinggalkan kesan positif, tinggalkan kesan yang menyenangkan,” ujar Rektor.

Sementara Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah saat melepas mahasiswa secara resmi mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dari empat Perguruan Tinggi di Sumbar sebagai relawan mapping rumah rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Pasaman Barat dan sekitarnya.

“Diharapkannya kegiatan ini bisa menjadi contoh untuk seluruh wilayah Indonesia dan tentunya jadi amal ibadah,” katanya.

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.