Jakarta (ARSIP DUNIA) – Platform pembayaran dalam jaringan PayPal berhenti menerima pengguna baru dari Rusia mulai Rabu (2/3) waktu setempat.

PayPal, dikutip dari Reuters, Kamis, hanya mengizinkan transaksi lintas negara untuk pengguna di Rusia. Platform ini sudah memblokir sejumlah pengguna dan bank besar setelah Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya memberikan sanksi terhadap Rusia atas serangan ke Ukraina.

Juru bicara PayPal mengatakan mereka, sama seperti perusahaan lainnya, secara aktif memperhatikan arah sanksi ini.

Wakil Menteri Transformasi Digital Ukraina Alexander Bornyakov, saat wawancara dengan Reuters, meminta PayPal menutup layanan mereka di Rusia.

“Jika PayPal mendukung nilai-nilai demokrasi, ia harus keluar dari Rusia,” kata Bornyakov.

Baca juga: PayPal luncurkan kartu debit untuk Venmo

Bornyakov juga meminta PayPal membantu menggalang donasi. Surat elektronik dari Ukraina kepada PayPal, yang dilihat Reuters, meminta penggalangan dana untuk tentara.

Sementara PayPal melarang keterlibatan dengan amunisi dan senjata.

PayPal mendukung Ukraina melalui transaksi lintas negara dan layanan Xoom untuk pengiriman uang internasional.

“Sejak krisis ini dimulai, PayPal secara aktif bekerja untuk melancarkan donasi kepada penggalangan dana nirlaba untuk mendukung bantuan kemanusiaan di Ukraina,” kata PayPal.

Rusia merespons sanksi ini dengan melarang investor asing, yang memiliki aset berupa saham dan obligasi senilai miliaran dolar, keluar dari negara tersebut.

Baca juga: Paypal tepis rumor beli Pinterest

Baca juga: PayPal dilaporkan dalam pembicaraan lanjutan untuk akuisisi Pinterest

Baca juga: PayPal luncurkan transaksi mata uang kripto di Inggris

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ARSIP DUNIA 2022

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.