Pemkab Sigi:  Penanaman 10.000 pohon/desa demi lestarikan lingkungan


Sigi, Sulawesi Tengah (ARSIP DUNIA) – Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menyatakan program penanaman 10.000 pohon/desa dimaksudkan demi pelestarian dan peningkatan kualitas lingkungan, yang menjadi satu pendekatan pengurangan risiko bencana alam.

“Penanaman 10.000 pohon per desa ini merupakan tindaklanjut dari program inovasi Sigi Hijau,” ucap Bupati Sigi Mohamad Irwan di Sigi, Kamis.

Bupati menambahkan, untuk mengotimalkan program penanaman pohon tersebut, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat di desa setiap di Sigi.

Ia menjelaskan, pohon yang ditanam yaitu pohon endemik Sulawesi Tengah, serta pohon produktif yang bernilai ekonomi, dan pohon pelindung yang berfungsi untuk melestarikan dan memberikan daya dukung terhadap lingkungan.

“Tanaman produktif bernilai ekonomis, dan tanaman pohon pelindung yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Pemkab Sigi, tambahnya, sangat berharap agar program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Kami berharap kiranya Pemprov Sulteng dan Pemerintah Pusat membantu program ini, untuk pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana alam banjir bandang, longsor,” katanya

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi Afit Lamakarate mengatakan untuk optimalisasi program penanaman 10.000 pohon tersebut, Pemkab Sigi telah memiliki Peraturan Daerah tentang Sigi Hijau.

“Ini menjadi rujukan untuk gerak bersama dalam membangun kualitas lingkungan yang lebih baik, yang memiliki beberapa tujuan salah satunya untuk mitigasi pengurangan risiko bencana,” katanya

Apalagi, katanya, Sigi termasuk salah satu dari sejumlah daerah di Provinsi Sulteng yang rawan bencana alam seperti banjir, longsor dan gempa bumi.

Selain karena kondisi geografis dan topografinya yang banyak gunung dan sungai, juga struktur tanah yang labil, sehingga mudah terjadi banjir dan longsor ketika curah hujan di atas normal.

Masyarakat yang selama ini bermukim di pinggiran hutan dan daerah aliran sungai (DAS) selain tetap waspada juga menjaga hutan di sekitarnya agar tetap terpelihara dengan baik.

“Maka penanaman pohon sangat penting, karena itu kami mengimbau masyarakat untuk dukung program ini,” imbuhnya.

Bupati Sigi Mohamad Irwan (ARSIP DUNIA/Muhammad Hajiji)

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *