Pemprov Maluku siapkan dua lokasi karantina terpusat begini penjelasannya



Ambon (ARSIP DUNIA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku saat ini sedang menyiapkan dua lokasi yakni di  Balai Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Balai Diklat Pertanian sebagai tempat karantina COVID-19 secara terpusat.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku,  Adonia Rerung, di Ambon, Rabu, mengatakan, dua lokasi tersebut akan digunakan untuk menampung para pelaku perjalanan maupun penumpang transit dari daerah lain yang dinyatakan positif terkonfirmasi COVID-19.

“Dua lokasi ini dipersiapkan jika terjadi lonjakan kasus berdasarkan hasil pemeriksaan tim satgas terhadap penumpang yang tiba di bandara internasional Pattimura maupun pelabuhan Yos Sudarso dan Slamet Riyadi,” ujarnya.

Dia mengemukakan,  pemerintah kota (Pemkot)  Ambon, telah menyiapkan tempat karantina terpusat, termasuk Asrama Haji di Negeri Waiheru, Kecamatan Baguala untuk warga Ambon yang berstatus pelaku perjalanan.

Adonia yang juga menjabat Kepala Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Provinsi Maluku, mengakui, saat ini Dinas Kesehatan Maluku sedang mempersiapkan perangkat kerja, baik relawan maupun peralatan penunjang lain guna mendukung upaya menekan lajunya penyebaran COVID-19 khususnya varian Omicron yang sedang meningkat.

“Dinas Kesehatan sedang mempersiapkan shift dan penjagaan, juga tenaga relawan dan perangkatnya,” katanya.

Adonia  meminta seluruh perangkat desa dan kelurahan termasuk RT/RW untuk ikut mengawasi secara ketat warganya yang sedang melakukan isolasi mandiri, termasuk membatasi pertemuan sebab ditakutkan ketika warga diisolasi mandiri, tetapi bebas berkeliaran dan menyebarkan virus kepada orang lain.

Hingga Selasa kasus aktif COVID-19 di provinsi Maluku telah mencapai 2.361 orang, di mana jumlah terbanyak yakni di Kota Ambon dengan 1.832 kasus, diikuti Maluku Tengah 148 kasus, Kepulauan Aru 144 kasus.

Kabupaten Kepulauan Tanimbar 67 kasus, Maluku Barat Daya (51), Seram Bagian Barat (33 kasus), Maluku Tenggara (31 kasus), Kota Tual (20 kasus), Seram Bagian Timur (15 kasus), Pulau Buru (11 kasus) dan Buru Selatan sembilan kasus.

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *