Sandiaga Uno ingin Jegog tampil saat pertemuan G20



Negara (ARSIP DUNIA) – Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ingin Jegog, sebagai kesenian khas Kabupaten Jembrana, Bali tampil pada pertemuan G20 di Bali tahun 2022.

Hal itu ia sampaikan saat hadir dalam pengukuhan 12 desa kreatif di Kabupaten Jembrana, yang dipusatkan di Dusun Moding, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Rabu.

“Kesenian dari bambu ini memiliki keunikan dari alat maupun iramanya. Suara yang dimunculkan bisa lembut dan romantis, tapi juga bisa garang saat tempo tabuhnya dipercepat,” katanya.

Menurut dia, dengan keunikan tersebut, Jegog layak ditampilkan dalam pertemuan G20 untuk menghibur tamu negara, sekaligus memperkenalkan kesenian tersebut sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Baca juga: Kabupaten Jembrana terima DAK Pariwisata Rp5,5 miliar

Terkait desa kreatif,  menteri mengatakan, dengan program tersebut diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi desa.

Desa kreatif, katanya, harus mengembangkan produk unggulan dari 17 subsektor ekonomi yang menjadi program kementeriannya.

“Sudah ada dua desa di Indonesia yang menjadi percontohan, selanjutnya saya ingin mengembangkan program yang sama di Dusun Moding, Desa Candikusuma ini,” katanya.

Menurut dia, pembangunan desa di berbagai sektor sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yaitu menempatkan desa sebagai salah satu prioritas pembangunan negara.

Sedangkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengaku bangga, Jegog sebagai kesenian khas daerahnya akan ditampilkan dalam pertemuan G20.

Baca juga: Menparekraf dorong sektor Ekraf bangkitkan ekonomi di Jembrana

Namun ia mengaku, untuk pelestarian kesenian tersebut, pihaknya terkendala bahan baku utama pembuatan Jegog yaitu bambu yang masih harus disuplai dari luar daerah.

Karena itu, ia mengatakan, bersama masyarakat, Pemkab Jembrana melakukan penanaman pohon bambu yang dipelihara agar layak untuk bahan kesenian tersebut.

“Agar kualitas bunyinya selalu terjaga, bilah bambu pada Jegog perlu peremajaan. Kami sudah menanam pohon bambu, semoga tiga atau empat tahun lagi sudah bisa dipanen untuk kebutuhan kesenian ini,” katanya.

Desa di Kabupaten Jembrana yang dikukuhkan sebagai desa kreatif antara lain Desa Candikusuma, Ekasari, Kaliakah, Pengambengan, Batu Agung, Yehembang Kangin, Yehembang Kauh, Medewi, Pengeragoan serta Kelurahan Loloan Timur, Sangkaragung dan Tegalcangkring.***1***

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.