Satgas sosialisasikan cara hadapi virus omicron



Tanjungpinang (ARSIP DUNIA) – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyosialisasikan tips untuk menghadapi virus omicron, salah satu varian COVID-19 yang sedang merebak.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Kota Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, sosialisasi terhadap tips dalam menghadapi omicron yang saat ini menyebabkan pasien COVID-19 membeludak perlu dilakukan, salah satunya melalui media massa.

Dua hal yang harus dilakukan masyarakat untuk menghadapi omicron, yakni penguatan imun tubuh melalui vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan.

Vaksinasi untuk usia minimal 18 tahun sebaiknya mencapai dosis ketiga. Berdasarkan hasil analisis terhadap pasien COVID-19, pasien yang mengalami gejala berat rata-rata disebabkan belum disuntik vaksin dosis ketiga (booster).

“Terutama bagi warga yang mengalami penyakit penyerta, sangat berbahaya jika belum booster karena rentan bergejala berat seandainya terinfeksi omicron,” kata mantan Kadis Kesehatan Kepri itu.

Menurut dia, vaksinasi mengurangi gejala ketika tertular omicron. Bahkan secara medis, vaksinasi sebagai upaya mencegah kematian, yang belakangan ini meningkat, terutama di Batam.

“Pemerintah menyadari pentingnya vaksinasi COVID-19, sehingga jarak pemberian suntikan vaksin kedua menuju ketiga hanya tiga bulan. Sebelumnya, berjalan enam bulan. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor SR.02.06/II/1180/2022,” ujarnya.

Tips selanjutnya, menurut Tjetjep, penerapan protokol kesehatan secara ketat, terutama saat beraktivitas. Penggunaan masker ganda dengan jenis yang berbeda wajib dilakukan karena ukuran virus ini sangat halus.

Masyarakat juga harus menghindari lokasi yang ramai, serta wajib mencuci tangan dengan sabun atau pembersih tangan lainnya bila bersentuhan dengan benda.

“Ini harus menjadi kebiasaan rutin agar tidak tertular COVID-19 maupun varian-variannya, seperti omicron dan delta,” ucapnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, sebanyak 90 persen dari pasien COVID-19 di wilayah itu tertular omicron. Sementara berdasarkan data sehari yang lalu, kasus aktif COVID-19 di Kepri mencapai 3.954 orang, tersebar di Batam 2.358 orang, Tanjungpinang 753 orang, Bintan 425 orang, Karimun 185 orang, Anambas 122 orang, Lingga 24 orang, dan Natuna 87 orang.

“Berdasarkan hasil penelitian tim medis melalui uji sampel, 90 persen dari 3.954 pasien COVID-19 di Kepri, tertular omicron,” ungkapnya.

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.