Jakarta (ARSIP DUNIA) – Penyanyi solo Indonesia Tulus membagi kesan dan ceritanya terkait karier bermusiknya yang sudah menginjak satu dekade, hingga arti menjadi manusia.

Bicara soal referensi menulis lagu selama 10 tahun ini, Tulus mengatakan dengan semakin banyak lagu yang ditulis, juga semakin mengasah pola pikir dalam menghasilkan ide dan menuangkannya ke dalam bentuk cerita dan musik.

“Saya tidak terlalu ahli dalam penguasaan eksplorasi konteks berbahasa. Namun, dengan itu, mampu mengasah pola pikir dan sensitivitas saya dalam menghasilkan ide dan membuat lagu, yang dikembangkan menjadi satu bentuk cerita dan dipersingkat ke bentuk lirik atau puisi, dan dimelodikan,” kata Tulus dalam jumpa pers daring, Jumat.

Baca juga: Tulus ungkap makna di balik album “Manusia”

Baca juga: Tulus hadirkan album terbaru “Manusia” rayakan satu dekade karirnya

Tulus mengatakan, selain penulisan yang berkembang, 10 tahun berkarya juga membuatnya mengembangkan kualitas aransemen musik dan teknik vokal.

“Ini adalah hasil dari perkembangan 10 tahun. Teknik menyanyi pun terus bisa dipelajari dan itu merupakan hasil dari perjalanan. Semoga perkembangannya terasa oleh para pendengar melalui album terbaru ini,” kata pelantun lagu “17” itu.

“Harapannya semoga musikalitasnya juga terasa progress-nya dari album pertama, dan mudah-mudahan terus berkembang, dan terasa baru dan tidak terasa asing oleh teman-teman yang sudah mengikuti (perjalanan musik) dari awal maupun yang baru,” imbuhnya.

Tulus, merayakan satu dekade karier musiknya, merilis album kelima bertajuk “Manusia” dengan 10 buah lagu. Saat ditanya apa arti dan makna menjadi manusia, Tulus menjawab bahwa manusia tak lepas dari dinamika emosi.

“Menjadi manusia itu ada perasan naik turun, ada bahagia, ada sedihnya. Manusia dan segala rasa yang dirasakan, itu adalah bagian menjadi manusia,” kata Tulus.

“Semoga album ini bisa memberi sedikit opsi, rangkuman dinamika rasa itu, yang mudah-mudahan akan menjadi rasa indah pada akhirnya,” ujarnya menambahkan.

Tulus berpesan, album yang bercerita tentang kita — manusia dengan segala dinamika rasa, diharapkan bisa menggapai perasaan siapa pun yang mendengarkannya.

“Saya juga berharap lagu-lagu di dalam album ini bisa tumbuh dan membesarkan hati teman-teman yang mendengarkan,” kata dia.

Baca juga: Tulus rilis lagu “Tujuh Belas” jelang peluncuran album terbaru

Baca juga: Tulus akan tampil lewat “Ungkapan Hati”

Baca juga: Raisa hingga Tulus ramaikan festival emas virtual pertama di Indonesia

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ARSIP DUNIA 2022

By pass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.